Selasa, 27 Agustus 2013

MENGENAL KUCING JUNGALA

Kucing Jungala merupakan kucing Ocicat tanpa spot atau tutul. Atau lebih tepatnya disebut sebagai kucing Ocicat dengan pola bulu Classic Tabby. Oleh karena itu semua yang ada di kucing ini nyaris sama persis dengan yang dimiliki oleh kucing Ocicat, hanya saja pola bulu kucing jungala adalah Tabby Classic.
Ocicat sendiri merupakan jenis kucing domestik yang terbentuk dari hasil kawin silang dari beberapa jenis kucing domestik lain seperti kucing Abyssinian, Siamese dan American Shorthair. Tujuan awal dari pengembangan kucing Ocicat ini adalah untuk menghasilkan jenis kucing yang memiliki pola tutul tanpa memiliki darah kucing liar yang mengalir di tubuhnya. Namun ternyata dalam pengembangannya, kucing Ocicat juga melahirkan anakan dengan pola bulu Classic yang akhirnya dikembangkan menjadi kucing Jungala ini.
Pola tabby classic yang dimiliki kucing Jungala ini diduga diturunkan dari salah satu nenek moyang mereka yaitu kucing American Shorthair. Dan pola tabby classic ini akan semakin terlihat mencolok pada kucing Jungala yang memiliki bulu Tabby Silver.
Temperamen kucing Jungala nyaris sama dengan kucing Ocicat. Mereka cenderung social dan memiliki kepribadian yang menyerupai anjing ketika berada di dekat manusia. Mereka juga cerdas dan mudah dilatih dan cenderung welcome terhadap orang yang baru dikenalnya. Sehingga banyak yang menyebut kucing Jungala ini sangat cocok dipelihara oleh orang yang memiliki anak kecil ataupun hewan piaraan lain di rumah.
Jika nama Ocicat merujuk pada Ocelot yaitu kucing liar di Amerika Tengah yang memiliki pola tutul, maka diperkirakan nama Jungala diambil dari bahasa sansekertanya "Jungle". Kucing Jungala hadir dalam 6 pilihan warna dasar yaitu Tawny ( classic tabby cokelat atau hitam), Cokelat, Cinnamon, Biru, Lavender & Fawn, dan Silver..
Kucing Jungala pertama yang ada di Selandia Baru diregistrasikan oleh Karakakat Cattery yang bekerja sama dengan CATZ dimana mereka mendaftarkan kucing Jungala sebagai satu ras tersendiri dengan status penuh sebagai "Championship" pada bulan Agustus tahun 2001.

MENGENAL KUCING OCICAT

Kucing Ocicat merupakan ras kucing hasil kawin silang dari beberapa kucing domestik yang memiliki penampilan kucing liar, tetapi sama sekali tidak memiliki DNA kucing liar. Memiliki bulu berpola tutul seperti kucing liar, tetapi dengan temperamen kucing domestik..
Kucing Ocicat dihasilkan dari menyilangkan kucing Siam, dan Abyssinian, kemudian disilangkan lagi dengan kucing American Shorthair berwarna silver tabby. Breeder kucing ocicat pertama bernama Virginia Daly dari Berkley, Michigan, Amerika Serikat. Dia memulainya sejak tahun 1964.
Kucing Ocicat mendapatkan status 'Championship' dari Cat Fanciers' Association, Inc. pada tahun 1987. Beberapa tahun kemudian, beberapa Registry lain juga sudah mengakui keberadaannya. Dan saat ini kucing ocicat sudah dikenal luas di penjuru dunia.
Kucing Ocicat dikenal memiliki semangat anjing di dalam tubuh kucingnya. Beberapa kucing jenis ini bisa dilatih bermain fetch, berjalan di atas tali, datang jika dipanggil, dan beberapa trik lain yang umum bisa dilakukan oleh seekor anjing.
Beberapa kucing Ocicat juga dilaporkan senang bermain air, sangat bersahabat dan sosial, serta tidak malu berada di dekat orang asing. Mereka juga dikenal bisa akur dengan binatang peliharaan lainnya dalam satu rumah, meskipun mereka sering menunjukkan dominasinya.
Kucing Occat cocok dipelihara oleh orang yang senang menghabiskan waktunya bermain dengan kucing kesayangannya. Namun kurang begitu cocok dipelihara oleh orang yang sibuk, karena kucing ini membutuhkan lebih banyak perhatian dibandingkan dengan kucing lainnya.

MENGENAL KUCING MOJAVE SPOTTED

Kucing Mojave Spotted atau kalau di bahasa Indonesiakan menjadi "Kucing Mojave tutul" dikembangkan dengan tujuan awal untuk menjaga kelestarian kucing gurun Mojave, sehingga diawal pengembangannya, kucing ini diberi nama kucing gurun Mojave.

Kucing gurun mojave pertama kali ditemukan pada tahun 1980 oleh April Langford. Koloni kucing ini ditemukan hidup di lubang di bawah semak di sekitaran gurun. Belum diketahui bagaimana kucing ini bisa membuat lubang semacam itu. Diperkirakan mereka hanya menghuni lubang yang dibuat oleh binatang liannya. Koloni pertama ditemukan di sebuah kota kecil di Selatan California yang bernama Hesperia.
Pada tahun 1990-an populasi kucing gurun Mojave perlahan-lahan mulai menghilang. Oleh karena itu dimulailah sebuah program pembiakan kucing gurun mojave untuk menjaga agar spesies kucing yang cantik ini tidak punah.
 
Akhirnya generasi yang dilahirkan di penangkaran semakin kedepan semakin eksotis, dan semakin dekat dengan manusia. Sekitar tahun 1996-an, kucing gurun mojave pun disilangkan dengan kucing bengal untuk menghasilkan kucing mojave yang lebih besar.
Proses persilangan tersebut pun sukses, dan menghasilkan kucing mojave yang lebih besar, corak tutulnya lebih jelas, dan berbulu lebih halus dan berkilau. Tidak hanya itu, kucing mojave pun menjadi lebih cerdas, dan bertemperamen lembut. Namun secara garis besar, penampilan kucing mojave yang asli tidaklah berubah.
Pada tahun 2007 kucing mojave spotted sudah mulai dikembangbiakkan tanpa penyilangan dengan jenis kucing lain lagi. Dan Cheshire Cats Cattery, adalah satu-satunya Caterry yang membiakkan ras kucing ini. Tidak ada breeder lainnya yang mempunyai akses kepada kucing Mojave Spotted. Hal ini dilakukan untuk menjaga agar kucing ini tidak disilangkan lagi, sehingga tetap terjaga sebagai "kucing gurun Mojave".
Kucing Mojave Spotted merupakan kucing berbulu pendek yang hadir dalam beberapa corak seperti tabby tutul (Spotted tabby), tutul macan (leopard), sable, silver, biru, cokelat, dan warna arang. Berat tubuh kucing Mojave Spotted sekitar 3,6 hingga 10 kg.
Kucing Mojave Spotted memiliki temperamen yang dari waktu ke waktu semakin dekat dengan manusia. Mereka juga dikenal sebagai kucing yang sangat cerdas, waspada, menyenangkan, bertenaga, aktif, penuh rasa ingin tahu, sosial, senang di luar rumah, tetapi juga mandiri. Mereka juga senang bermain air dan berburu.

Senin, 26 Agustus 2013

MENGENAL KUCING PUPPYKAT DENGAN 3 MUTASI

Kucing Puppykat merupakan jenis kucing berbadan medium hingga besar yang memiliki bentuk tubuh panjang proporsional. Kucing ini hadir dalam versi bulu panjang dan versi bulu pendek, dimana bulu-bulunya tebal dan lembut.
Kucing Puppykat merupakan spesies kucing yang unik. Kucing jenis ini hadir dengan 3 mutasi gen sekaligus dalam satu tubuh yaitu ; berdaun telinga melipat, berjari banyak (polydactyl), dan berekor pendek.
Kucing jenis ini hadir dalam semua warna dan pola bulu, seperti calico, tortie, solid, smoke, dll. Namun pola bulu "tux" yang paling banyak disukai. Sayangnya kami sendiri belum begitu paham pola warna 'tux' itu seperti apa. He... ^^
Kucing puppykat digambarkan sebagai jenis kucing yang cerdas, kalem, tetapi senang bermain. Mereka dapat beradaptasi dengan suasana baru dan orang baru dengan baik. Mereka juga dapat dengan mudah dilatih untuk berjalan di atas tali atau bermain fetch.
Telinga melipat pada puppykat merupakan turunan dari kucing Scottish Fold. Namun tidak semua anakan kucing puppykat akan bertelinga melipat. Masih ada beberapa yang memiliki daun telinga lancip, tetapi masih tetap diakui sebagai kucing puppykat.
Idealnya kucing jenis ini terlahir dengan kondisi polydactyl dengan 5 hingga 7 cakar pada kaki bagian depan dan 4 hingg 7 pada kaki bagian belakang. Meskipun demikian, kucing yang terlahir dengan jumlah cakar normal, juga tetap diakui sebagai puppykat.
Idealnya kucing jenis ini memiliki ekor yang pendek, yaitu sekitar 1,5 inch hingga 2,5 inch. Ekornya yang pendek ini diturunkan dari gen kucing Manx. Namun kemungkinan untuk lahir anak kucing dengan ekor yang normal juga masih ada. Dan itu masih diakui sebagai Puppykat.
Oleh karena ketidakstabilan bentuk kucing yang dilahirkan, maka ada sebuah kode unik yang disematkan pada kucing jenis ini. Kode tersebut berfungsi untuk menginformasikan mengenai kondisi si kucing. Contoh kodenya adalah sebagai berikut :
PPK SB 02182005 002 SH LT FE PD
Artinya :
  • PPK : merupakan kode untuk kucing Puppykat
  • SB : stud book registered, yang artinya kucing ini memiliki semua pedoman registrasi.
  • 02182005 : merupakan tanggal lahir si kucing yaitu 18 Februari 2005.
  • 001 : menunjukkan bahwa kucing ini adalah yang pertama yang didaftarkan lahir pada tanggal tersebut diatas.
  • SH : Short Hair (berbulu pendek), untuk yang berbulu panjang menggunakan kode LH (Long Hair).
  • LT : Long Tail (berekor panjang), untuk yang berekor pendek menggunakan kode ST (Short Tail).
  • FE : berdaun telinga melipat (Folded Eared), untuk yang luru menggunakan kode SE (Straight Eared).
  • PD :Polydactyl, sementara yang jumlah cakarnya normal, tidak menggunakan kode apapun atau dikosongkan pada bagian ini.

Sabtu, 24 Agustus 2013

JENIS KUCING PALING POPULER DI INDONESIA


enis-Jenis Kucing Paling Populer di Indonesia memang belum ada yang menulis chart-nya secara resmi. Namun berdasarkan pengetahuan orang awam, jumlah kucing yang diperjual-belikan, dan keberadaan Cattery-nya di Indonesia bisa disimpulkan tidak lebih dari 7 jenis kucing yang cukup populer di Indonesia. Berikut ini adalah jenis-jenis kucing paling populer di Indonesia :

KUCING PERSIA 
Kucing ras ini merupakan yang paling dikenal oleh orang Indonesia, termasuk yang awam terhadap ras kucing pun akan bisa menyebutkan nama "Persia" sebagai salah satu jenis kucing berbulu panjang. Bukti lainnya adalah banyaknya kucing ras ini yang diperjual-belikan, entah itu di petshop atau online shop. Dan yang paling jelas sebagai bukti adalah, beberapa breeder menyebut kucing Persia sebagai kucing populer nomer satu di Indonesia disusul kucing Exotic. O iya, kucing Peaknose itu juga kucing Persia loh!!!

KUCING EXOTIC
Mungkin bagi orang awam, nama kucing Exotic tidak begitu familiar. Bahkan lebih familiar kucing Anggora dari pada jenis kucing ini. Namun pada kenyataannya, kebanyakan Cattery justru mengembangbiakkan kucing Exotic bersamaan dengan kucing Persia. Karena kucing Exotic adalah versi bulu pendek dari kucing persia.

KUCING ANGGORA

Banyak orang yang salah menyebut kucing persia sebagai kucing Anggora, begitu juga sebaliknya menyebut anggora sebagai persia. Ini jelas membuktikan kalau nama "Anggora" sudah melekat di hati dan pikiran orang-orang di negeri ini, termasuk yang awam. So, saya rasa kucing Anggora menjadi salah satu dari 3 ras kucing paling dikenal di Indonesia.

KUCING MAINE COON

Cattery-cattery yang mengembangkan kucing jenis ini mulai bermunculan di Indonesia. Lucky Hakim misalnya. Dia mengembangkan kucing Maine Coon sebagai salah satu bisnisnya. Hal ini saya rasa cukup menjadi bukti kalau kucing Maine Coon mulai mendapat tempat di hati para pecinta kucing ras Indonesia.

KUCING HIMALAYA
Penampilan kucing ras ini sangat mirip dengan kucing Persia, karena memang kucing ini adalah hasil persilangan dari kucing Persia . Beberapa waktu lalu saat saya pergi ke pasar hewan di Jogja. Saya temui petshop-petshop di sana menjual kucing Himalaya ini. Nah, itu saya jadikan acuan kalau kucing ras ini termasuk yang populer di Indonesia.

KUCING BENGAL
Kucing ini termasuk jenis kucing yang mahal. Harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Namun saat saya mencari di Tokobagus, ternyata ada cukup banyak yang menjual kucing ras ini. Selidik punya selidik, ternyata di Surabaya sudah ada Cattery yang spesialis membiakkan kucing mahal ini. Nah, itu saya jadikan tolok ukur kalau kucing ras ini sudah cukup populer di Indonesia.


KUCING KAMPUNG
ah kalau jenis kucing yang satu ini mah, sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Kucing jenis ini bahkan tidak hanya banyak yang dipelihara, tetapi juga banyak yang ditelantarkan. ^_^
Sebenarnya beberapa jenis kucing seperti kucing Sphynx dan kucing Siam juga sudah ada yang memelihara di negeri ini. Namun karena jumlahnya hanya beberapa saja, jadi saya pikir, jenis kucing tersebut belum masuk kategori paling populer. Sekian laporan tentang Jenis-Jenis Kucing Paling Populer di Indonesia. ^_^

KUTU KUCING DAN PENANGANANYA SECARA ALAMI



Kutu kucing atau biasa orang sebut dengan tungau (sebenarnya tungau lebih tepat masuk keluarga laba-laba daripada keluarga kutu) adalah salah satu penyakit yang menyerang kucing yang cukup merepotkan. Perkembangbiakannya tergolong cukup cepat dan menyiksa bagi si kucing.
Kutu kucing dapat menyebabkan bulu rontok, penyakit kulit pada kucing, dan juga beberapa penyakit lain. Dan dulu, waktu saya mau mem-vaksin untuk pertama kali kucing persia saya, kata dokter saya disuruh menunggu seminggu lagi setelah si kucing dimandikan dengan shampoo anti kutu, karena kutu kucing nya masih banyak. 
So, menurut perkiraan saya sendiri, kucing yang banyak kutunya itu tidak boleh mendapatkan vaksinasi yang pertama. Kalau kucing tidak bisa segera divaksin artinya kucing rentan terkena berbagai penyakit. Sehingga mengatasi kutu kucing adalah langkah paling awal dari merawat kucing. Ya atau Tidak???
Sekali mandi kutu tuh dulu saya bayar 35 ribu rupiah. Itu pun tidak sekali mandi, kutu si kucing langsung punah. Masih ada mandi kutu yang kedua lagi. Lumayan menguras kantong kan??? Namun setelah browsing di internet, ternyata ada cara murah, alami dan cukup ampuh untuk menangani kutu kuicng. Yaitu dengan menggunakan minyak telon.
Terus terang saya belum mencobanya sendiri. Namun menurut sumber yang kami dapat, cara tersebut merupakan rekomendasi dari seorang dokter hewan senior yang bernama drh. Sutarman. Msc. So, saya pikir mungkin anda perlu mencobanya.
Menurut beliau, anda hanya perlu mengoleskan minyak telon ke tubuh si kucing (hindari bagian kepala) 2x seminggu untuk yang pertama kali. Setelah pengolesan yang kedua tersebut, anda hanya perlu melakukannya lagi sebulan sekali sebagai perawatan dan pencegahan kutu datang lagi.
Saat si kucing diolesi minyak telon, kucing akan terlihat tidak nyaman, kehangatan, lalu merasa kedinginan. Itu terjadi karena minyak telon tengah bereaksi terhadap kutu kuicng sehingga si kutu bakal kelimpungan dan membuat kucing merasa agak geli.
Setelah itu, ketika buang kotoran, kotoran kucing akan lembek, tidak keras seperti kucing sehat pada umumnya. Menurut penuturan sang dokter itu terjadi karena racun-racun dalam tubuh kucing ternetralisir oleh minyak telon. Sehingga dengan menggunakan minyak telon, ada 2 manfaat yang didapat. Pertama kutu kucing hilang, dan kedua racun dalam tubuh kucing keluar. Anda berminat mencobanya??? ^_^

BERBAGAI PENYAKIT KUCING YANG PERLU ANDA KETAHUI



Penyakit kucing bisa dibilang sama dengan penyakit manusia. Penyakit kucing ada yang digolongan penyakit ringan ada juga yang digolongkan kedalam penyakit berat. Nah berikut ini kami akan coba perkenalkan beberapa jenis penyakit kucing dari yang tergolong ringan hingga berat yang bisa dibilang paling sering diderita oleh si kucing peliharaan :
Flu Kucing
Flu kucing dapat terjadi karena tertular kucing lain, faktor cuaca, kehujanan, dan karena kekebalan tubuhnya yang menurun. Gejalanya hampir sama dengan flu manusia yaitu pilek dan bersin-bersin. Memang tidak menyebabkan kematian pada kucing dewasa, tetapi bisa fatal jika menyerang anak kucing.
Pencegahannya, anda bisa segera mengeringkan bulu si kucing jika basah karena kehujanan atau karena bermain air. Jika anak kucing anda terkena flu, periksakan segera ke dokter hewan terdekat.
Penyakit kulit
Biasanya penyakit kulit pada kucing terjadi akibat gigitan kutu, adanya parasit, atau juga jamur. Memang terkesan sepele, tetapi akan membuatnya tidak enak dipegang dan dipandang. Si kucing juga pastinya akan menderita karena tidak mendapatkan belaian kasih sayang.
Pencegahannya tentu dengan rutin memandikannya dan menjaga kebersihan si kucing dan kandangnya.
Untuk pengobatannya, anda bisa mengoleskan lotion anti jamur, atau jika kutunya banyak, mandikan dia dengan shampoo anti kutu atau bisa juga memberinya bedak anti kutu. Namun untuk anak kucing yang berusia dibawah 3 bulan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter hewan anda.
Infeksi Telinga
Ciri-cirinya adalah keluar bau tidak sedap dari telinga si kucing atau juga daun telinganya terlihat bengkak atau lecet. Biasanya terjadi karena banyak kuman di dalam telinga si kucing.
So, langkah pencegahannya yang terbaik tentulah sering membersihkan telinga si kucing menggunakan cotton buds yang ujungnya dibasahi. kalau sudah terkena infeksi ya belikan obat tetes yang dijual di petshop.
Sakit tulang belakang
Bisa terjadi akibat dipukul orang atau jatuh dari ketinggian. Ciri-ciri yang mungkin bisa dideteksi adalah si kucing gemetaran ketika hendak berdiri dari tidurannya. Si kucing enggan dipegang punggungnya. Tidak ada luka di kaki, tetapi jalannya pincang. Dan sering kehilangan keseimbangan saat berjalan ataupun berdiri.
Pengobatannya, anda bisa mengoleskan balsem untuk keseleo yang mungkin biasa digunakan oleh manusia.
Feline Infectious Enteritis (FIE)
Terjadi akibat jumlah sel darah putih dalam tubuh si kucing menurun cukup banyak. Penyakit ini termasuk penyakit yang menular dan dapat menyebabkan kematian pada si kucing. Penyakit ini juga banyak menyerang anak-anak kucing.
Ciri-ciri kucing yang terkena FIE antara lain demam, diare, tidak nafsu makan, dan muntah-muntah. Cara terbaik untuk engobatinya adalah segera membawanya ke dokter hewan terdekat dan terpercaya.
Distemper
Penyakit ini disebut juga dengan Feline Panleukopenia yang disebabkan oleh virus yang merusak usus. Sebenarnya penyakit ini dapat menyerang semua binatang dan termasuk penyakit yang mematikan bagi binatang. Menurut study 25-90% kucing yang terkena distemper akan mengalami kematian. Lebih lengkapnya tentang penyakit ini, silakan baca Tentang Distemper pada kucing.
Psychogenic Abnormal Feeding Behaviour
Penyakit ini bukanlah penyakit fisik, melainkan penyakit mental yang dapat menyerang si kucing. Ciri-cirinya adalah si kucing memiliki obsesi yang berlebihan terhadap makanan. Biasanya kucing akan menjadi agresif jika ada makanan atau dia akan mengeong dengan keras jika sudah tiba waktunya makan. Selengkapnya anda bisa baca di Penyakit Mental pada kucing.